Minggu, 14 Oktober 2012

Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Mutu Pelayanan Rawat Inap

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, dimana Program Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari program pembangunan kesehatan nasional secara menyeluruh. Salah satu upaya pembangunana kesehatan adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.  Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik sudah seharusnya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah, baik peningkatan mutu kelembagaan maupun sarana prasarana kesehatan. Hal ini, dikarenakan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat sangat mempengaruhi mutu sumber daya manusia dan lingkungan. Bidang kesehatan merupakan salah satu variabel utama indikator mutu manusia, selain itu pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan memperlihatkan sejauh mana perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap kualitas masyarakat. Perbaikan derajat kesehatan masyarakat tersebut sangat relevan bila diikuti dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai (Depkes RI, 2007).
 
Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah langkah terpenting untuk meningkatkan salah satu daya saing usaha Indonesia khususnya di sektor kesehatan. Hal ini tidak ringan karena peningkatan mutu tersebut bukan hanya untuk Puskesmas saja tetapi berlaku untuk semua tingkatan pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas Pembantu hingga Puskesmas itu sendiri, baik di fasilitas pemerintahan maupun swasta (Ahmad Djojosugitjo, 2001).
Puskesmas sebagai salah satu fasilitas kesehatan berperan dalam meningkatkan mutu masyarakat di bidang kesehatan, maka kemudahan untuk mendapatkan kualitas pelayananan Puskesmas merupakan hal penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan tersebut (Enggar, 2005).
Pelayanan kesehatan di Puskesmas merupakan bentuk pelayanan yang diberikan kepada klien oleh suatu tim multi disiplin. Pelayanan kesehatan pada masa kini sudah merupakan industri jasa kesehatan utama dimana setiap Puskesmas bertanggung jawab terhadap penerima jasa pelayanan kesehatan. Keberadaan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan ditentukan oleh nilai-nilai dan harapan dari penerima jasa pelayanan tersebut. Disamping itu, penekanan pelayanan kepada kualitas yang tinggi tersebut harus dapat dicapai dengan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan (Ely Nurachma, 2007).
Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa masyarakat pengguna pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta semakin menuntut pelayanan yang bermutu. Tak dapat dipungkiri bahwa kini pasien semakin kritis terhadap pelayanan kesehatan dan menuntut keamanannya (Sulastomo, 2005).
Berbagai fakta menunjukkan adanya masalah serius dalam mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena belum adanya sistem pengendali mutu yang terbaik yang dapat diterapkan. Pemahaman secara lebih mendalam tentang good governance merupakan salah satu upaya terhadap perwujudan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu (Laksono, 2005).
Upaya peningkatan mutu merupakan salah satu gambaran pencapaian yang sulit bagi setiap individu, meskipun pada umumnya mencerminkan kegagalan sistem atau ketidakmampuan dari suatu organisasi memandang dan mengimprovisasikan sistem jaminan mutu. Gagasan peningkatan kualitas mutu merupakan tantangan di dalam suatu organisasi pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu sebagai salah satu upaya kesehatan merupakan salah satu tujuan fundamental dari pelayanan kesehatan, yakni melindungi pasien, tenaga kesehatan, dan organisasi tersebut. Hal tersebut merupakan suatu proses dengan output yang baru akan dapat terlihat pada program jangka menengah ataupun program jangka panjang dalam suatu pembangunan (Sulastomo, 2006).
Salah satu Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan dengan mengedapankan mutu/kualitas pelayanan kesehatan adalah Puskesmas Rawat Inap ZZZ yang berada di Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji.  Sejak berdirinya puskesmas ini, selalu mengedepankan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan yang tidak terlepas dari keinginan penerima jasa pelayanan dalam hal ini masyarakat yang ada di sekitar Kecamatan ZZZ.
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Rawat Inap ZZZ dari bulan ke bulan pada tahun 2010 mengalami jumlah kunjungan yang tidak signifikan terlihat dari data kunjungan pada bulan Januari 2010 sebanyak 275 orang, bulan Februari 2010 sebanyak 314 orang, dan pada bulan Maret 2010 sebanyak 283 orang, yaitu terdiri dari kunjungan baru dan kunjungan lama. Dari jumlah data jumlah kunjungan terakhir yaitu pada bulan Maret 2010 diketahui bahwa terdapat suatu kendala dalam pencapaian kepuasan pada pasien dan keluarga dirasa masih kurang, hal tersebut terlihat dari adanya satu kasus, dimana salah satu pasien rawat inap yang menyatakan ketidakpuasannya terhadap salah satu petugas dalam pemberian pengobatan yang tentunya hal tersebut tidak perlu terjadi, apabila pelayanan kesehatan yang didapatnya terasa sangat memuaskan.
Hasil pre survey yang penulis lakukan, ditemukan bahwa setidaknya 6 dari 10 masyarakat yang berkunjung dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Rawat Inap ZZZ menyatakan belum merasakan langsung manfaat dari kualitas maupun mutu pelayanan yang ada di Puskesmas tersebut, sedangkan sisanya 4 orang (40%) mengatakan baru merasakan cukup dalam memperoleh kualitas pelayanan di Unit Rawat Inap
Berdasarkan hal tersebut di atas maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti dan menganalisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
1.2  Identifikasi dan Perumusan Masalah
1.2.1        Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah, yaitu:
1.2.1.1  Diketahui bahwa terdapat satu kasus yang terjadi pada bulan Maret 2010 di Unit Pelayanan Rawat Inap Puskesmas Rawat Inap ZZZ.
1.2.1.2  Ditemukan bahwa setidaknya 6 dari 10 masyarakat yang berkunjung dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Rawat Inap ZZZ menyatakan belum merasakan langsung manfaat dari kualitas maupun mutu pelayanan yang ada di Puskesmas tersebut, sedangkan sisanya 4 orang (40%) mengatakan baru merasakan cukup dalam memperoleh kualitas pelayanan di Unit Rawat Inap.
1.2.2        Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah yang terdapat dalam penelitian ini yaitu: “faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010?”
1.3  Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1        Tujuan Penelitian
1.3.1.1  Tujuan Umum
Diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010
1.3.1.2  Tujuan Khusus
1.      Diketahui sarana kesehatan di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
2.      Diketahui distribusi frekuensi sarana komunikasi di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
3.      Diketahui distribusi frekuensi keandalan di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
4.      Diketahui distribusi frekuensi  daya tanggap petugas di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
5.      Diketahui distribusi frekuensi pengetahuan petugas pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
6.      Diketahui distribusi frekuensi empati petugas di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
7.      Diketahui hubungan antara faktor sarana kesehatan dengan mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
8.      Diketahui hubungan antara faktor sarana komunikasi dengan mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
9.      Diketahui hubungan antara faktor keandalan dengan mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
10.  Diketahui hubungan faktor daya tanggap petugas pelayanan rawat inap dengan mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
11.  Diketahui hubungan faktor pengetahuan petugas pelayanan rawat inap dengan mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
12.  Diketahui hubungan faktor empati petugas pelayanan rawat inap dengan mutu pelayanan rawat inap di Puskesmas Rawat Inap ZZZ tahun 2010.
1.3.2        Manfaat Penelitian
1.3.2.1  Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai dokumen dan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.
1.3.2.2  Bagi Petugas Kesehatan (Puskesmas Rawat Inap ZZZ)
Untuk menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan serta menjadi masukan bagi petugas kesehatan, khususnya perawat  agar dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya bagi pelayanan rawat inap yang bermutu kepada pasien dan masyarakat umumnya.
1.3.2.3  Bagi Peneliti
Sebagai penerapan dalam mata kuliah metode penelitian dan menambah pengetahuan serta pengalaman dalam penelitian.

1 komentar: