Kamis, 14 Oktober 2010

Terapi "Artritis Reumatoid" Segera Hadir di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Terapi untuk pengobatan "Artritis reumatoid", penyakit peradangan persendian dengan rasa nyeri yang amat sangat, segera hadir di Indonesia sehingga penderita akan memiliki penangkalnya.

"Bagi banyak pasien Atritis Reumatoid, pengobatan dengan terapi yang ada saat ini tidak mengatasi rasa nyeri dan tanda-tanda perburukan dari penyakit ini," kata Harry Isbagio, President Asosiasi Reumatoid Indonesia, di Jakarta, Senin.

Menurutnya, penderita penyakit itu menimpa lebih dari 21 juta orang di dunia dan penyakit itu menyebabkan distorsi pada sendi dan menurunkan fungsi yang disertai rasa nyeri, kaku dan pembengkakan.

Dalam perkembangan selanjutnya penyakit tersebut bisa mengarah kepada perusakan sendi yang tidak dapat diperbaiki dan menyebabkan kecacatan.

"Ciri sistemik penyakitr itu disertai juga dengan rasa lelah, anemia, osteoporosis dan dapat menurunkan harapan hidup dengan mempengaruhi sistem organ-organ penting," katanya.

PT Roche Indonesia, afiliasi dari grup Roche mengumumkan rencana pelaksanaan penelitian klinis "Tocilizumab", terapi biologi lini pertama penghambat reseptor "interleukin six" (IL-6) yang disetujui pengunaannya berdasarkan klinis terbesar pada Artritis Reumatoid.

Pasien yang hidup dengan penyakit itu mengharapkan kebutuhan terhadap terapi yang lebih baik serta pengertian tentang dampak dan beban dari kondisi yang dialami mereka.

PT Roche Indonesia, salah satu perusahaan terdepan di dunia dalam bidang farmasi dan diagnostik yang berbasis riset, menjawab tantangan tersebut dengan melaksanakan penelitian yang berakhir pada pertengahan 2011 yaitu penelitian klinis tocilizumab penghambat reseptor IL-6.

Inge S. Kusuma, Head of Pharma, Roche Indonesia, mengatakan pengembangkan tocilizumab dan mekanismenya yang unik merupakan pilihan baru yang penting bagi pasien Artritis Reumatoid yang mengalami penyakitnya terus memburuk walaupun mendapatkan terapi.

"Penelitian klinis ini adalah langkah maju yang penting, menawarkan sebuah pilihan baru bagi masyarakat Indonesia yang terkena penyakit serius ini," katanya.

Tocilizumab merupakan penghambat antibody monoclonal IL-6 yang pertama.

Penelitian klinis ini akan melibatkan lima pusat yaitu, di Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan Yogyakarta.

Dr. Bambang Setyohadi, peneliti utama menjelaskan bahwa tujuan dari penelitian klinis ini adalah untuk menguji efikasi dan keamanan dari terapi yang baru dan memberikan kesempatan terapi bagi pasien Atritis Reumatoid di Indonesia.

Tocilizumab telah dipelajari dalam lima penelitian fase 3 multi-bangsa yang melibatkan lebih dari 4.000 pasien.

Penelitian menunjukkan bahwa tocilizumab, terapi tunggal yang secara signifikan mengurangi tanda atau akibat dari Atritis Reumatoid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar